Mengakhiri tahun kemarin, banyak orang yang memilih untuk menghabiskan waktu dengan berlibur. Ada yang berlibur panjang, ada yang memilih liburan singkat semacam staycation. Dan ini membuat kami menyadari satu hal: banyak pria yang tidak memakai celana renang yang pas.
Kami melihat banyak pria yang memakai celana pendek saja ketika berenang, bukan celana renang spesifik. Bahkan ada yang memakai celana pendek kargo. Entah bagaimana caranya berenang dengan celana kargo yang berat itu.
Sejarah celana renang (atau pakaian renang) sendiri cukup menarik. Dahulu kala, para pria berenang telanjang bulat. Namun biasanya tidak di tempat yang sama dengan wanita. Lalu kemudian pakaian renang pertama masih terbuat dari wol, seperti wetsuit namun pastinya jauh lebih berat.
![]() |
Tank Suit - gentlemansgazette.com |
Para pria baru bisa bertelanjang dada di tahun 1930-an di depan umum, dan sejak itu beragam jenis celana renang pun bermunculan. Dari yang memakai ritsleting sampai ikat pinggang. Warnanya pun beragam, dari yang polos sampai bercorak. Dan para produsen celana renang mulai menggunakan bahan yang bisa mengurangi serapan air, seperti Lycra.
Kini, kami pikir ada tiga jenis celana renang yang paling umum digunakan:
![]() |
Berbagai Celana Renang - swim-dress.net |
1. Trunks
Celana renang yang paling umum digunakan. Tidak ketat, namun juga tidak longgar. Enak digunakan untuk berenang atau cuma berjemur. Biasanya panjangnya tidak terlalu jauh dari selangkangan. Seperti celana kuning di foto atas bagian bawah kanan.
2. Boardshorts
Bisa dibilang ini adalah versi panjang dari trunks. Hampir mencapai lutut atau kadang bahkan melebihi lutut. Umum dipakai oleh para turis di Bali, bahkan yang tidak berenang sekalipun. Seperti celana biru di foto atas bagian bawah tengah.
3. Briefs
Populer disebut Speedo (karena merek Speedo), jenis ini serupa dengan celana dalam. Cocok dipakai kalau Anda ingin serius berenang karena membantu pergerakan. Tapi hindari warna putih kalau tidak ingin kelihatan seperti memakai celana dalam. Seperti celana biru tua di foto atas bagian bawah kiri.
Apapun pilihan Anda, tiga jenis celana renang di atas cocok digunakan. Tinggal pilih warna yang sesuai dengan selera saja. Ingat, jangan pakai celana kargo kala berenang. Juga, jangan bergaya seperti Borat kecuali Anda Borat.
![]() |
Borat dengan Mankini - theguardian.com |
Tuksedo sudah menjadi salah satu pilihan para pria Indonesia yang akan melangsungkan pernikahan. Karena itu kami rasa menarik untuk berbagi cerita soal sejarahnya dan juga detail yang tepat dari sebuah tuksedo.
![]() |
Dinner Jacket oleh Henry Poole - henrypoole.com |
SEJARAH
Berawal di tahun 1865, Bertie (Prince of Wales yang nantinya menjadi King Edward VII) meminta tailor Henry Poole membuatkan jas biru gelap pendek untuk dipakai di acara makan malam yang sifatnya informal. Henry Poole adalah salah satu tailor di Savile Row.
Pada saat itu, jas formal masih memiliki buntut. Sedangkan jas pendek (seperti yang kita pakai sekarang) hanya dipakai di dalam ruangan saja, umumnya terbuat dari beledu (alias velvet) karena membantu menyerap asap cerutu. Jas model ini kini dikenal sebagai smoking jacket.
Jas yang dipakai Bertie disebut dinner jacket. Namun akhirnya di dunia lebih terkenal dengan nama tuksedo. Ini konon karena teman sang raja, James Brown Potter, juga dibuatkan dinner jacket serupa oleh Henry Poole ketika sedang bertamu ke Inggris. Sekembalinya ke Amerika, jas barunya dipakai di acara di Tuxedo Park. Sejak itu nama tuksedo dipakai di Amerika dan mayoritas dunia, namun di Inggris namanya tetap dinner jacket.
DETAIL
Jadi detail apakah yang dari segi sejarah tepat untuk sebuah tuksedo? Hal ini penting untuk diketahui melihat cukup banyak tuksedo yang dibuat tailor Indonesia agak cacat detail.
Model
Model awal dan paling umum dari sebuah tuksedo adalah single breasted dengan kancing satu. Model ini membuat bagian dada pemakainya terlihat bidang karena V-shape yang cukup panjang. Model double breasted sekarang juga cukup sering dipakai, biasanya dengan model 4 kancing (dengan opsi 1 atau 2 kancing yang bisa dikancing di bagian kanan jas).
![]() |
Single Breasted dengan Shawl Lapel - blacktieguide.com |
Lapel
Anda bisa memilih peak atau shawl lapel. Peak lapel (seperti di foto Henry Poole) terlihat lebih formal, namun shawl lapel menunjukkan tampilan yang lebih rileks dan berbeda. Jangan pernah memakai tuksedo dengan notch lapel.
![]() |
Shawl Lapel - oliverbrown.org.uk |
Vent
Dinner jacket pertama dibuat tanpa belahan (vent) di bagian belakang. Tidak adanya vent membuat bagian belakang jas lebih bersih, walaupun lebih nyaman duduk dengan double vent (belahan kiri kanan). Sebuah tuksedo dengan single vent adalah kesalahan besar. Kalau sampai mendapatkan ini, minta agar dijahit supaya tertutup. Tuksedo dengan double vent umum ditemui sekarang.
No Vent - bondsuits.com |
Bahan
Bahan dari tuksedo berwarna biru tua (midnight blue) atau hitam. Umumnya warnanya cenderung tidak mengkilap agar tidak bertabrakan dengan bagian lapel yang akan dilapisi satin atau silk hitam. Tailor Inggris akan menggunakan bahan barathea. Dinner jacket berwarna krem hanya dipakai di acara yang santai atau musim panas, dipasangkan dengan celana hitam.
Tuksedo Midnight Blue - bondsuits.com |
Kantong
Kantong dada tuksedo memiliki model sama seperti jas pada umumnya. Kantong bawah berupa slit atau dua garis lurus, tanpa tutup. Kantongnya sendiri bisa memakai bahan satin seperti lapel, walaupun tailor Inggris akan membuatnya dengan bahan jasnya. Alasannya? Kantong mengkilap terlihat seperti tuksedo sewaan.
Kantong Berbahan Satin - egonbrandstetter.de |
Kancing
Kancing tuksedo berwarna hitam, umumnya sama dengan bahan lapel.
Kancing Satin - blacktieguide.com |
Celana
Celana tuksedo memakai bahan sama seperti jasnya. Bagian pinggirnya diberi lis dengan bahan yang sama seperti lapel. Kantong samping pada celana dibuat lurus sejajar dengan jahitan sehingga hampir tidak terlihat. Dan pastikan bagian pinggang celananya tidak terlihat dari luar, baik dengan memakai celana dekat atau di atas pusar, atau menggunakan cummerbund.
![]() |
Kantong Slit - masonandsons.com |
Kami harap penjelasan dan ilustrasi di tulisan ini dapat membantu Anda memahami lebih dalam mengenai tuksedo. Seperti biasa, bila ada masukan dan pertanyaan jangan sungkan untuk menghubungi kami.
Salah satu hal yang timbul bersamaan dengan puasa adalah halitosis, alias bau mulut. Ini lumrah terjadi karena memang pada saat berpuasa, produksi air liur kita cenderung berkurang sehingga bakteri di dalam mulut pun lebih merajalela.
Efek Halitosis - toolsofmen.com |
Namun demikian, halitosis pun bisa kita coba cegah dengan beberapa hal berikut:
Pertama, minum air yang cukup banyak sebelum menutup sahur. Dengan air putih yang cukup maka tubuh akan terhidrasi sehingga mengurangi potensi mulut kering. Kemungkinan ini bisa membantu mencegah bau mulut. Kalau bisa pastikan Anda meminum 2 liter air dari berbuka puasa sampai menjelang berpuasa lagi.
Kedua, jangan lupa menyikat gigi sesudah sahur. Sikat gigi dengan sangat bersih, jangan asal sikat saja. Ini berguna untuk mencegah adanya sisa makanan yang bisa menimbulkan bau di siang harinya.
Ketiga, boleh juga memakai obat kumur. Dokter gigi pernah bilang kalau obat kumur juga turut membunuh bakteri baik di mulut. Jadi pada saat normal sebenarnya tidak perlu digunakan. Namun bulan puasa adalah saat yang berbeda.
Keempat, perhatikan juga makanan yang masuk ke tubuh. Kalau pada saat sahur Anda memakan petai atau jengkol, maka sudah pasti mulut akan bau pada siang hari.
Terakhir, kalau masih merasa mulut bau dan tidak nyaman dengan itu, jagalah jarak ketika berkomunikasi dengan lawan bicara. Yang terpenting, puasa Anda tetap lancar.
Seorang pembaca bernama Donie melayangkan surat elektronik kepada kami menanyakan tentang bahan jas dan etika memakai jas. Pertanyaan semacam ini, juga saran dan kritik, bisa dikirim ke: askthearchetype@gmail.com
Selamat pagi,
Saya mau tanya, kalau bikin setelan jas (celana, vest, jas), bahan kain yang bagus dan pas (sesuai iklim indonesia) jenis apa? Karena ada jenis 100s, 120s, dst. Juga ada wool, cashmere, mohair, dll.
Berkaitan dengan artikel Jokowi dan Etika Berpakaian, saya mohon untuk dibagi ilmu tentang etika berpakaian, terutama jas. Kapan harus memakai jas dan lainnya, karena saya juga tidak mengetahui etika tersebut agar tidak salah di kemudian hari.
Atas jawaban dan penjelasannya kami sampaikan terima kasih.
Anderson & Sheppard - anderson-sheppard.co.uk |
Bahan yang cocok untuk iklim tropis adalah yang memiliki tenunan terbuka. Bahan seperti ini memiliki pori-pori yang lebar sehingga tidak panas. Biasanya penjual bahan akan menyebutnya bahan “tropikal”. Tapi walaupun sudah memakai bahan seperti ini, kemungkinan besar kita tetap akan berkeringat kalau memakai jas bukan di ruangan ber-AC. Maklum, Indonesia memang panas.
Mengenai bahan super, seperti 110s dan seterusnya, kemungkinan besar bahan yang dijual di sini itu hanya tempelan saja. Super sebenarnya mengindikasikan kehalusan bahan. Kelemahannya, bahan super cenderung lebih ringkih. Kalau ingin membeli bahan super yang asli, sebaiknya jangan di atas 120s kalau jasnya sering dipakai. Bisa-bisa celananya cepat robek.
Begitu juga dengan tulisan wool, cashmere, dan sebagainya. Sering sekali saya temukan kalau ini hanyalah tempelan saja. Bahan yang dijual adalah wol campuran (pedagang menyebutnya semi wol), namun diberi label macam-macam. Terkadang brand ternama seperti Armani, Gucci, dan lainnya.
Tidak perlu mempermasalahkan soal label ini, yang penting pastikan saja ke sang penjual kalau bahannya nyaman dan tidak panas. Semakin banyak campuran poliester, biasanya akan makin panas. Bahan yang ringan cukup digemari di Indonesia karena faktor iklim ini.
Perihal etika sudah cukup dibahas di artikel Jokowi, seperti Anda sebutkan. Yang terutama adalah untuk tidak mengancingkan kancing jas paling bawah. Lalu pakailah dasi dengan pantas, terikat kencang di leher. Usahakan agar lengan kemeja Anda sedikit menyembul dari lengan jas.
Anda bisa memakai jas kapan saja. Kami pernah membahas mengenai memakai batik atau jas. Juga mengenai jas yang harus dimiliki semua pria. Ini bisa dicari melalui label jas atau suit di blog ini.
Terima kasih atas pertanyaannya.
-Takamoru Yoshida
oleh Takamoru Yoshida
Tanpa bermaksud untuk mendiskreditkan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, kami terpaksa harus mengkritisi etika berpakaian Jokowi dalam pertemuan beliau dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama.
Permasalahannya di sini terkait dengan etika berpakaian, bukan gaya. Karena gaya berpakaian bergantung pada setiap pribadi, tapi etika berpakaian adalah sesuatu yang harus dipatuhi, apalagi dalam pertemuan penting antara dua kepala negara.
Di Indonesia, semua orang mungkin paham kalau Pak Jokowi adalah orang yang sederhana. Beliau memilih untuk memakai kemeja daripada jas, tidak seperti pendahulunya. Beliau memilih untuk bergaya merakyat, tidak berpakaian mewah. Namun ini tidak berarti beliau bisa melanggar etika yang berlaku ketika harus mengenakan setelan jas. Di sebuah acara yang menjadi sorotan dunia.
Mari kita lihat foto pertama yang diambil dari Bloomberg.
Di foto ini, kita bisa melihat kalau Obama tidak mengancingkan jasnya ketika duduk, sesuai dengan etika yang berlaku. Sedangkan Jokowi mengancingkan jasnya ketika duduk. Tidak hanya itu, cara mengancingkannya pun salah. Seharusnya Jokowi tidak mengancingkan kancing bawah jasnya. Para pria yang memahami etika berpakaian pasti tahu kalau kancing bawah jas selalu dibiarkan terbuka, ketika dalam posisi berdiri.
Kita juga bisa melihat bagaimana dasi Jokowi tidak terikat rapat. Masih ada bagian kerah di atas dasi yang terlihat. Kesan yang ditimbulkan Jokowi seperti ingin melonggarkan dasi sesudah seharian bekerja saja. Padahal dalam pertemuan ini, beliau masih sibuk bekerja membawa nama negara. Bandingkan dengan dasi Obama yang terikat rapat.
Foto berikutnya diambil dari The Straits Times.
Baik Jokowi maupun Obama sedang dalam posisi menyilangkan kaki. Perbedaan yang sangat signifikan adalah kaki Jokowi tersingkap, sedangkan kaki Obama terbungkus oleh kaos kaki. Dalam memakai setelan jas, ada baiknya memakai kaos kaki yang tingginya hampir mencapai lutut untuk menghindari kaki kita kelihatan. Lagi-lagi, yang dilakukan Jokowi ini salah secara etika. Tidak sopan untuk memperlihatkan kaki kita dalam pertemuan sepenting ini.
Agak mengherankan memang. Di pertemuan yang katanya penting ini, etika berpakaian bisa dibilang terabaikan. Entah Jokowi tidak menganggap acara ini penting, atau protokoler Istana Negara yang gagal mengajarkan etika berpakaian kepada beliau? Kalau demikian halnya, kami siap membantu.
oleh Feira Otna
Konon ada dua jenis orang di dunia: yang cocok dan yang tidak cocok memakai topi. Orang pertama adalah tipe yang akan selalu tampak cocok memakai penutup kepala apa pun. Entah itu fedora, flat cap, kupluk, atau bahkan mungkin kap lampu. Tipe kedua adalah orang yang dikutuk tidak pantas memakai tutup kepala, dan cuma terpaksa memakai topi sewaktu upacara sekolah.
Saya sendiri tidak percaya dengan mitos hat person. Saya pikir di dunia ini setidaknya ada satu penutup kepala yang ditakdirkan untuk seseorang. Lagipula kita bisa memakai aksesori pakaian apa pun bila sesuai fungsi. Dan jika Anda banyak beraktivitas di luar ruangan atau ketika musim hujan, sebuah topi mutlak dibutuhkan. Sayangnya, kalau asal memilih jenis topi maka Anda sekedar mengenakan topi sebagai penutup kepala saja. Padahal topi bisa jadi pernyataan spesifik diri Anda.
Di masa lalu, topi menjadi simbol status sosial seseorang. Apabila Anda masuk militer, maka topi akan menandakan kewarganegaraan, atau divisi, atau peringkat Anda. Dalam keragaman budaya, topi juga bisa berbicara sebagai identitas diri. Dari songkok atau taqiyah yang digunakan kaum muslim, warbonnet yang dipakai orang Indian yang dihormati oleh sukunya, hingga sombrero kebanggaan orang Meksiko.
Kata Frank Sinatra, "Cock Your Hat, Angles Are Attitudes." - rollingstone.com |
Di permulaan abad ke-20, hampir semua orang memakai topi ketika bepergian. Mengingat saat itu adalah era industrialisasi, maka topi berfungsi untuk menutupi kepala dari debu yang ada. Etikanya, ketika seseorang memasuki sebuah ruangan maka mereka harus melepas topi dan memegangnya sedemikian rupa tanpa memperlihatkan bagian dalamnya. Pengecualian untuk agama tertentu yang mewajibkan pengikutnya memakai topi di dalam ruangan.
Pada zaman dahulu, wajib hukumnya bagi seorang pria untuk mengangkat topi sedikit ketika berpapasan dengan wanita sebagai tanda hormat. Kalau ingin berbicara dengan wanita itu, atau pria lain, maka mereka wajib melepas topinya. Baru perbincangan bisa dimulai. Ini bertolak belakang dengan yang terjadi di zaman modern.
Sekarang dalam kehidupan sehari-hari, ada beberapa jenis topi yang umum dipakai yaitu topi bisbol, trilby atau fedora, flat cap, newsboy, fiddler atau fisherman, hingga beanie (alias kupluk). Semua dipakai untuk mendukung pernyataan yang ingin ditampilkan pemakainya. Entah sebagai penggemar tim olahraga kesayangan, penggemar musik, ingin bergaya klasik seperti para pria di tahun 1950-an, atau hanya ingin tampil dengan pakaian santai kasual namun dengan sentuhan aksen topi bergaya unik. Semuanya terserah Anda.
Jenis Topi - realmenrealstyle.com |
Topi juga bisa menyelamatkan Anda dari bad hair day. Namun perlu diingat kalau memakai topi terlalu lama akan membuat rambut Anda kempis, sehingga ada baiknya Anda melepas topi sesekali agar rambut bisa bernapas dan mengembang kembali ke bentuk aslinya.
Pada akhirnya, cara mengenakan topi selalu kembali lagi pada fungsi dan situasi yang ada. Apabila dalam cuaca panas seperti di pantai, trilby berbahan rajutan begitu pas. Untuk musim dingin, kupluk tebal yang menutup kuping adalah pilihan bijak. Jika di dalam ruangan, lepaslah penutup kepala, kecuali Anda sedang menghadiri acara Grammy Awards sebagai nominatornya.
Sedikit tip dalam memilih penutup kepala: pilihlah model klasik dengan warna netral. Hitam, krem, biru navy bisa menjadi pilihan. Hindari juga topi bermotif, termasuk motif tentara dan juga topi dengan logo mencolok. Namun jika ternyata Anda mengidamkan topi dengan logo Chanel yang besar, mungkin artikel ini bukan untuk Anda.
Pada bagian kedua dari seri tulisan ini, saya akan menilisik lebih jauh tentang berbagai tipe topi.