Pakai batik atau jas? Itu adalah pertanyaan yang sering muncul ketika mau pergi ke resepsi pernikahan. Memakai jas bagi sebagian orang identik dengan repot. Harus memadukan jas, kemeja, dasi, belum lagi saputangan (pocket square). Sementara kemeja batik tinggal dipasangkan dengan celana.
![]() |
Mantan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa - tempo.co |
Dalam level formalitas, keduanya bisa dibilang sama. Asalkan Anda memakai kemeja batik lengan panjang. Lengan pendek terlihat kasual. Memakai jas tanpa dasi juga bisa dibilang mengarah ke kasual.
Keunggulan lainnya dari memakai batik adalah Anda tampak lebih Indonesia. Saya sengaja menghindari kata nasionalis di sini karena saya kurang sependapat dengan mengaitkan nasionalisme dan pakaian. Jas sendiri adalah pakaian formal yang menjadi busana internasional.
Dari segi harga, memiliki beberapa kemeja batik yang bagus bisa jadi lebih mahal daripada membuat satu setel jas yang bagus. Kemeja batik yang bagus biasanya terbuat dari sutra, dan harganya tidak murah.
Anda juga tidak bisa memakai batik yang sama terus menerus karena orang akan sadar. Sedangkan Anda bisa memakai jas yang sama berkali-kali asalkan modelnya klasik. Seperti ditulis di sini: http://pakaiapahariesok.blogspot.com/2014/12/jas-wajib-punya.html
Menurut saya, Anda perlu memiliki keduanya. Tapi memakai yang mana tentu tergantung selera. Mungkin kalau pernikahannya memakai adat Indonesia, batik adalah pilihan yang lebih tepat. Tapi memakai jas tidak juga salah.